Selasa, 6 November 2007

JAKARTA, KOMPAS- Sektor industri kreatif mengalami peningkatan dari 5,6 persen mencapai 7,3 persen dengan pemasukan terbesar dari bisnis fashion. Melihat perkembangan yang demikian signifikan, pemerintah melalui Departemen Perindustrian bersedia memfasilitasi pinjaman kredit ke sejumlah bank bagi 300 unit usaha distro.

Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian Sakri Widhianto mengungkapkan hal itu dalam pameran Distro & Clothing Fiesta di Jakarta, Selasa (06/11). Menurut dia,dengan program penyaluran kredit koperasi dan UKMK, pengusaha industri alternatif seperti distribution outlet (distro) dapat mengajukan kredit tanpa harus memberikan agunan.

Sakri menambahkan, dari 1.000 unit usaha distro yang ada, sekitar 300 unit usaha layak mendapat pinjaman kredit usaha. “Untuk sementara, pinjaman kredit akan diberikan kepada produsen produk distro dan fashion yang potensial berkembang”, ujar dia.

Permohonan kredit dapat dilaksanakan secara langsung atau sendiri-sendiri. Namun, melalui asosiasi pengusaha distro, Departemen Perindustrian akan memfasilitasi pinjaman tersebut. Ketua Kreative Independent Clothing Kommunity (KICK) Fiki Chikara Satari memaparkan, saat ini berkembang 100 distro dengan 1.000 unit usaha yang tersebar di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, bahkan Papua. “Dari seribu unit usaha itu, kami meraup omset sebesar 22 miliar per bulan”, ungkap Fiki.

Sumber: Kompas