Kamis, 31 Agustus 2006

Photobucket

BANDUNG, (PR).-
Para perajin Jawa Barat kini dapat memamerkan hasil kerajinan unggulannya di Jabar Craft Center (JCC) di Jalan Ir. H. Juanda, Bandung. Gedung yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan, Rabu (30/8), itu merupakan wadah promosi bagi para perajin di Jawa Barat untuk memamerkan produk kerajinannya. GUBERNUR Jabar Danny Setiawan (tengah) didampingi Ketua DPRD Jabar H.A.M. Ruslan (ke-2 kanan), mencoba memainkan gitar saat peninjauan seusai meresmikan Gedung Jabar Craft Center Dekranasda Provinsi Jawa Barat di Jln. Ir. H. Djuanda Bandung, Rabu (30/8).*ANDRI GURNITA/”PR”

Bisa Menjadi Wadah Promosi Bagi Para Perajin
Kehadiran gedung pameran untuk kerajinan, disambut gembira para pelaku industri kerajinan, apalagi selama ini mereka sangat menanti-nanti kehadiran ruang pameran, sebab melalui pameran dinilai jadi tempat yang ideal untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.

Pemilihan lokasi JCC di Jalan Ir. H. Juanda (Dago), pun menurut Wakil Ketua Umum Bidang UKM, Perbankan dan Kemitraan Kamar Dagang Industri (Kadin) Jabar, Agung S. Soetisno, sangat tepat. Selain representatif, kawasan ini komersial dan terkenal di luar Bandung. Diharapkan, lokasi yang tepat ini dapat dimanfaatkan para wisatawan yang berkunjung dan melihat sejumlah kerajinan daerah yang ada di Jabar melalui JCC.

Pentingnya ruang pameran itu juga diakui Direktur Jenderal Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Sakri Widhianto. Menurutnya pameran, merupakan salah satu bentuk promosi yang paling efektif. Dengan adanya tempat khusus sangat dimungkinkan dikunjungi masyarakat banyak termasuk wisatawan.

Apalagi dikatakan Sakri, meski kualitas produk kerajinan kita termasuk unggulan, beberapa perajin dinilai masih belum memiliki skill untuk memasarkan produk kerajinannya. Akibatnya, masalah pemasaran produk menjadi kendala utama para perajin.

Selain itu, apresiasi para perajin terhadap hasil karyanya pun perlu dituangkan dalam bentuk hak cipta akan produk tersebut. “Kalau perajin mempunyai hak cipta akan produknya, tidak ada orang lain yang akan mengklaim produk tersebut,” tutur Sakri.

Menurut dia, yang diperlukan para perajin yakni agresivitas untuk menangkap peluang pasar yang terbuka lebar. Tugas pemerintahlah untuk membimbing para perajin tersebut agar mampu memasarkan produk kerajinannya. Para perajin juga diharapkan untuk terus meningkatkan kapasitas produksi mereka, sehingga mereka juga siap menerima pesanan dalam jumlah yang besar.

Sentuhan Iptek
Sementara itu Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan usai meresmikan JCC mengatakan, potensi yang dapat dikembangkan dalam industri kerajinan sebagai sumber penghidupan yang layak bagi masyarakat sangat besar. Namun, potensi-potensi itu tidak akan menjadi potensial sepanjang tidak dikelola dengan baik.

Menurutnya di era informasi saat ini, berbagai potensi lokal akan sulit berkembang jika kurang mendapat sentuhan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), baik dalam aspek produksi, pengemasan, promosi dan pemasaran hingga manajerial .

“Sentuhan iptek sangat penting sebab dari sisi komoditas, cukup memiliki prospek yang menjanjikan karena didukung ketersediaan bahan baku, keanekaragaman seni dan budaya sebagai sumber inspirasi produk. Selain itu didukung lembaga perguruan tinggi, lembaga penelitian serta semakin terbukanya peluang pasar di dalam maupun di luar negeri.

Hadir pada peresmian itu, Direktur Jenderal Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian, Sakri Widhianto, Ketua DPRD Jabar H.A.M. Ruslan, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar Hj. Rinania Danny Setiawan, Sekretaris Daerah Jawa Barat Lex Laksamana Zainal, Wali Kota dan Bupati Bandung, pengurus Dekranasda Kab./Kota se-Jawa Barat dan undangan. (A-155/A-134)***

Sumber: Pikiran Rakyat