Selasa, 3 Juli 2007

Photobucket

BANDUNG, (PR).
KETUA Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Indonesia Jawa Barat Ny. Danny Setiawan (kanan) didampingi Ketua Dekranasda Kota Bandung Ny. Dada Rosada mengunjungi salah satu stan khusus kerajinan bordir usai membuka Pameran Kriya Pesona Bandung II di Graha Manggala Siliwangi Bandung, Selasa (3/7). Pameran yang menampilkan berbagai produk kerajinan cendera mata terbaik di Kota Bandung ini berlangsung hingga Jumat (6/7).*M. GELORA SAPTA/”PR”

Produk kerajinan Kota Bandung yang dipamerkan pada Kriya Pesona Bandung (KPB), mulai diincar peminat dari luar negeri, terutama negara Asia dan Eropa. “Hari ini, saat pembukaan, sudah ada dari kamar dagang Italia yang menanyakan potensi kerajinan, kekhasan produk, dan kualitas produk. Ini bertanda ada peluang untuk pasar ke Eropa, khususnya Italia. Belum ada kesepakatan, tapi akan ditindaklanjuti”, ungkap Sekretaris Dekranasda Kota Bandung, Ema Sumarna saat ditemui usai pembukaan Kriya Pesona Bandung di Manggala Siliwangi Bandung, Selasa (3/7). Pembukaan dilakukan Ketua Dekranasda Jabar, Hj. Rina Danny Setiawan. Hadir pula empat Dubes, masing-masing Swedia, Suriname, Piliphina, dan Chili.

Menurut dia, ada kemungkinan kamar dagang Italia tertarik melakukan kerja sama ke arah ekspor sehingga perlu ditindaklanjuti. “Pameran ini akan membuka peluang transaksi yang mampu menambah pendapatan daerah”, kata Ema.

Sementara itu, Hj. Rina Danny Setiawan, mengharapkan para pelaku usaha kerajinan di Kota Bandung mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, namun juga nasional, bahkan internasional. Dengan demikian, mampu menambah nilai produk.

Lewat pemanfaatan teknologi internet, para pelaku usaha bisa membuka peluang pasar dengan mencari informasi inovasi produk baru dan mencari pasar baru”, ungkapnya. Ditambahkannya pula, peningkatan nilai tambah tersebut nantinya akan menyerap tenaga kerja sekaligus melestarikan seni dan budaya Jabar.

Ketua Kadin Kota Bandung, Deden Hidayat menuturkan, jika melihat potensi kerajinan di Kota Bandung, para stakeholder seharusnya lebih giat mempromosikan potensi yang ada. Sebab, Kota Bandung sendiri baik di pasar lokal maupun internasional dikenal sebagai pusat industri kreatif, khususnya handicraft dan fashion. “Sudah semestinya para perajin mulai melakukan perkembangan pasar.” (A-161)***

Sumber: Pikiran Rakyat/ Dekranasda Cirebon