Kamis, 29 November 2007

BANDUNG, (PR).-
Bandung ditunjuk sebagai pilot project kota kreatif se-Asia Timur dan Asia Tenggara dalam program pengembangan industri kreatif yang akan mendapat bantuan dari Inggris. Inggris menyediakan dana bantuan sebesar 6 juta poundsterling (sekitar Rp 108 miliar), untuk mendukung pengembangan industri kreatif di berbagai negara berkembang.

Alokasi dana tersebut akan disalurkan selama empat tahun ke depan. Namun semuanya bergantung kepada ajuan program yang dibuat. Bisa saja, jika tak ada proposal yang memenuhi syarat, tak ada bantuan yang disalurkan“, ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia, HE Charles Humfrey CMG, usai acara symposium “Strategic Dialogue in South East Asia-Developing Creative Industries” di Hotel Novotel Bandung, Senin (29/10).

Menurut dia, bantuan yang akan diberikan berupa kerja sama riset, kolaborasi program pertukaran, dan pengiriman siswa ke Inggris. Untuk bisa mendapat bantuan tersebut, harus ada kerja sama antara perguruan tinggi, pelaku industri kreatif, dan pemerintah dalam mengembangkan industri kreatif.

Kita tidak memberikan bantuan langsung ke kalangan industri kreatif. Tapi lebih kepada hal-hal yang bisa mendukung perkembangan industri kreatif seperti penelitian dan penyediaan SDM yang berkualitas baik. Pelaku industri kreatif sendiri, kita anggap mampu untuk jalan sendiri“, kata Charles.

Menyinggung peran industri kreatif, Charles mengatakan, dari catatan Bank Dunia, 50% konsumsi masyarakat dunia dipasok dari industri kreatif. Tahun 2005 industri manufaktur yang terkait kreativitas, memberi kontribusi 33% bagi pendapatan dunia, atau enam kali lipat lebih besar dibandingkan kontribusi minyak dan gas.

Kontribusi
Di Indonesia, 13 sektor industri kreatif seperti fashion, piranti lunak, film, kerajinan, hingga riset, memberi kontribusi 4,75% terhadap PDB. Tingkat kontribusinya diperkirakan akan bertambah besar, mengingat pertumbuhan industri tersebut rata-rata mencapai 7,3% setiap tahunnya.

Inggris merupakan pelopor konsep industri kreatif dunia. Dan sekarang industri ini menjadi sektor ekonomi kedua terbesar di Inggris setelah bisnis perbankan. Kontribusinya mencapai 121,6 milyar poundsterling terhadap PDB Inggris, dan menyerap 2 juta tenaga kerja setiap tahunnya“, katanya.

Sementara itu, Director British Council Indonesia, Mike Hardy, mengatakan, Kota Bandung memilki potensi yang besar, untuk mengembangkan industri kreatif. Apalagi industri tersebut sudah tumbuh di Bandung sejak 10 tahun lalu. Sebagai kota ke-4 terbesar di Indonesia dengan 2,5 juta penduduknya, saat ini Bandung sudah memiliki 400 outlet industri kreatif.

Di Bandung, umumnya bergerak di bidang fashion, desain, dan musik. Yang paling menggembirakan, semuanya ini dikelola oleh orang muda berusia 15-25 tahun. Secara total industri kreatif di Kota Bandung ini menyerap 344.244 tenaga kerja, dan memberikan kontribusi 11% untuk ekonomi lokal“, kata Mike.

Menyinggung pengembangan industri kreatif, Mike mengatakan, British Council memiliki program hingga tahun 2010 nanti. Fokusnya pada arsitektur, desain, film, musik, kriya, dan wirausaha kreatif.

Projek rintisan untuk ini sudah dilakukan tahun 1997 di Jakarta, untuk pemetaan bisnis penerbitan, promosi, dan pengemasan. Selanjutnya kami akan melakukan pemetaan industri kreatif di Bandung dan Jawa Barat“, katanya. (A-135)***

Sumber: Pikiran Rakyat