You are currently browsing the tag archive for the 'Mapping' tag.

Rabu, 18 Juli 2007

Bandung (ANTARA News) – Industri kreatif Distro atau kelompok usaha yang memproduksi pakaian atau barang-barang lainnya yang menjamur di Kota Bandung mencapai omzet ratusan miliar rupiah per tahun dibandingkan kelompok usaha jasa kreatif lainnya.

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Marketing Universitas Bina Nusantara, Wayah S. Wiroto, dalam seminar “Indonesian Creative Industry Mapping” di Bandung, Rabu, mengatakan tingginya nilai pemasukan industri kreatif ini merupakan potensi yang sangat luar biasa bagi usaha industri sehingga pemetaan industri kreatif harus segera dilakukan.

Ia mengatakan berdasarkan hasil penelitian, salah satu Distro yang berada di Kota Bandung mampu meraup pemasukan hingga Rp. 2,5 miliar per tahun.

Pertumbuhan industri kreatif ini harus digali lebih maksimal lagi karena ini merupakan salah satu alternatif pendapatan bagi pembangunan ekonomi daerah.

Ia menjelaskan, pemerintah dapat memberikan keringanan pajak kepada para pengusaha Distro karena prospek dari bisnis ini diprediksi akan semakin menguat seiring dengan program Kota Bandung sebagai Kota Jasa.

Untuk pertumbuhan industri kreasi secara nasional, media televisi masih berada di posisi teratas dengan pendapatan yang naik setiap tahunnya sebesar 25 persen hingga 35 persen dengan nilai triliunan rupiah.

Sementara itu Direktur Common Room, Gustaff H Iskandar mengatakan selain industri pakaian, Kota Bandung juga memiliki potensi besar dalam industri kreatif bidang seni.

Ia menjelaskan, selama lima tahun melakukan penelitian tentang Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Kota Bandung tercatat industri musik yang mengusung band rekaman independen yang menggunakan pemasaran kaset di luar label besar ternyata mampu menembus pasaran internasional.

Selama ini, ungkapnya mereka masih terganjal oleh perijinan dan birokrasi yang berbelit untuk pendistribusian karya mereka yang dijual berupa kaset ataupun compact disc (CD) atau pun berpromosi dengan mengadakan tour di luar negeri.

Padahal nilai penjualannya sangat besar dan jika dikelola dengan manajemen yang benar akan menjadi industri yang besar di Kota Bandung. Bahkan tidak jarang para pemusik “indie” ini diundang oleh promotor besar.

Ia meminta kepada pemerintah untuk meringankan segala bentuk birokrasi dan perijinan bahkan penghilangan pajak seperti industri Small Medium Enterprise (SME) di Cina yang selama lima tahun terakhir tidak dibebankan pajak. (*)

Sumber: Antara News

Kamis, 24 Mei 2007

Industri kreatif di Indonesia tumbuh 15 persen setiap tahunnya. Sepanjang tahun 2006, industri kreatif telah menyumbang 33,5 persen dari produk domestik bruto. Angka ini setara dengan US$ 77 miliar atau Rp 693 triliun dengan kurs Rp 9.000. Namun, perkembangan industri ini terhambat karena ketiadaan pemetaan industri kreatif nasional.

Dengan ada pemetaan industri kreatif secara nasional, pertumbuhan industri ini bisa lebih signifikan“, kata Ketua Forum Grafika Digital, David B Mihardja dalam seminar Creative Industry Mapping, Jakarta, kemarin.

Beberapa pihak berkepentingan di industri kreatif tengah menyusun pemetaan industri kreatif. Selain FGD, pemetaan industri didukung oleh The British Council dan Universitas Bina Nusantara. Pihak yang berkecimpung dalam industri kreatif mencakup bisnis promosi, penerbitan, dan kemasan (packaging).

Industri yang juga terkait adalah semua bisnis yang berhubungan dengan kreatifitas seperti produk kerajinan tangan“, kata David. Selain itu, industri media dan rumah produksi masuk klasifikasi industri ini.

Menurut David, negara luar seperti Singapura dan Inggris telah memiliki pemetaan industri kreatif. Sehingga industri kreatif di sana sangat berkembang pesat. Industri kreatif Singapura memiliki kontribusi sebesar 5 persen dari produk domestik bruto atau US$ 5,2 miliar. Kemudian pada 2012 diperkirakan tumbuh 10 persen. Sementara kontribusi industri kreatif Inggris sekitar 8,2 persen atau US$ 12,6 miliar.

Pemetaan industri kreatif ditargetkan selesai pada Juli dan diluncurkan pada Agustus 2007. Hingga kini, pemetaan industri kreatif telah mengajak kerja sama pemerintah yakni, Departemen Komunikasi dan Informatika, Departemen Perdagangan, dan Departemen Perindustrian.

Menurut perwakilan British Council, Yudhi Soerjoatmodjo, kontribusi British Council untuk pengembangan pemetaan industri kreatif dengan mendatangkan dua ahli industri kreatif asal Inggris. Selain itu, Inggris berperan serta karena saat ini industri kreatif Inggris berkembang pesat hampir menyaingi Amerika Serikat.

Yuliawati (Tempo Interaktif)

Sumber: Tempo Interaktif

 

November 2009
M T W T F S S
« May    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

a

Mari bergabung di BCC-blog mailing list!
Visit this group


Subscribe to Bandung Creative City Blog by Email